Tragedi Tugu Tani


Bukan latah klo aq mengangkat judul ini di post kali ini. Maksud q hanya melihat dari sisi lain kasus ini. Sebelum ada kejadian kecelakaan yang menewaskan 9 orang ini, aq yakin gak seorang pun dari orang diluar Jakarta yang tau ada daerah yang namanya Tugu Tani ini. Lha wong aq aja juga baru tau kok,hehehe….Dan tau lebih jelas lagi kronologis kecelakaan itu juga baru tadi pagi. Aq cuma bisa mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, turut berbela sungkawa atas korban2 itu dan semoga keluarga yang ditinggalkan bisa sabar dan tawakal. Apalagi ada salah seorang korban yang meninggalkan istri yang sedang hamil tua. Sungguh, ini ujian yang berat buat sang istri. Bagusnya Asuransi Jasa Marga bergerak cukup cepat memberikan santunan buat keluarga2 yang ditinggalkan ini. Entah karena lokasinya yang masih di ibukota atau karena kasus ini mendapat sorotan yang cukup tajam dari masyarakat, hanya para petugas asuransi yang tahu,xixixi….

Sekarang tentang si pelaku, Afriani Susanti (kalo gak salah namanya gitu) yang menurut hasil pemeriksaan polisi, juga melalui tes urine, dinyatakan sedang dalam pengaruh sabu2 dan minuman keras. Astaghfirullah hal adziim…..Apalagi terbukti dia juga tidak punya SIM dan STNK. Ditambah mobil berjenis Xenia itu, yang ringsek berat bagian depannya, ternyata juga mobil pinjaman dari temannya, yang ternyata juga mobil sewaan. Sungguh ini juga ujian berat tersendiri buat si pelaku. Bukannya aq mau belain nih orang, tapi begitu banyak kesalahan yang dia lakukan yang akhirnya mengakibatkan sesuatu yang fatal. Dia menewaskan 9 orang….ya 9 orang…Ryan Jombang aja kalah,xixixi…Tapi masalahnya bukan itu. Derasnya hujatan, makian dan tuntutan hukuman seberat – beratnya bagi si April ini (kata teman2nya itu panggilannya) aq rasa bukan jalan keluar yang terbaik. OK, dia memang terbukti bersalah, dan menurut hukum dia juga pantas dihukum berat. Tapi sekali lagi qta lupa akar masalahnya. Apa itu?? NARKOBA dan MINUMAN KERAS. Aq rasa orang2 lupa atau sengaja mengenyampingkan hal ini. Betapa dua benda haram ini sudah menjadi semacam hal biasa untuk pergaulan anak muda jaman sekarang. Apalagi di kota metropolitan seperti Jakarta. Seakan dua benda “aneh” ini menjadi semacam simbol pergaulan. Kenapa aq bilang “aneh” ?? Karena melihat betapa desktruktifnya dua benda ini terhadap kehidupan seseorang, tapi masih dipakai juga oleh orang2. Aq jadi ingat tentang artikel di majalah Intisari, aq lupa terbitan kapan, tentang testimoni seorang mantan gembong perampok dan pengedar serta pemakai narkoba. Dia bilang saat ini dia sudah bertobat karena dia melihat dengan jelas dan sudah mengalami langsung  tidak enaknya menggunakan dua benda ini. Dia sadar setelah ditinggalkan oleh istri dan anak2nya. Dan saat itulah dia memutuskan untuk menjauhi dua benda haram ini dan memilih menjemput istri dan anak2nya kembali. Dia mengungkapkan bagaimana dia menyadari bahwa uang yang dipakainya untuk bermabuk – mabukan dan membeli narkoba ternyata sangat berguna untuk sekolah anaknya. Setiap pagi dia usahakan bangun untuk mencuci baju anak2 dan istrinya sebagai balasan atas kesabaran mereka menunggu dirinya sadar. Subhanallaaahh….

Seperti apa yang telah terjadi pada Afriani Susanti ini. Siapa yang menyangka, dari acara gaul dan hang out bersama teman2nya berakhir tragis seperti ini. Tidak ada seorang pun yang mengharapkan dirinya terlibat masalah apalagi ini masalah yang amat sangat besar sekali. Maaf agak hiperbola nulisnya, karena ini menyangkut nyawa orang. Apalagi ini tidak hanya 1, tapi ada 9 dan 3 korban lain yang luka2. Seperti yang sudah qta tau, inilah dampak dari makin bebasnya pergaulan anak jaman sekarang, juga makin bebasnya peredaran narkoba dan penjualan minuman keras. Dan ini menjadi tugas qta semua, tidak hanya polisi, untuk menjauhkan diri qta dan orang2 di sekitar qta dari dua benda “aneh” ini agar tragedi serupa tidak terjadi lagi. Tidak hanya itu,  yang paling penting adalah kekuatan iman qta dalam menghadapi cobaan ato masalah dalam hidup sehingga qta tidak melarikan diri untuk menikmati dua benda ini, dengan tujuan untuk melupakannya. Karena akan percuma, saat qta sadar, qta pasti akan memikirkan lagi masalah2 yang qta miliki itu. Juga kekuatan iman qta untuk menolak segala ajakan untuk menikmati dua benda ini. Karena INGAT dampaknya yang begitu dahsyat, seperti tragedi ini.