Jalan sehat semangat ESQ 165


Bila di hari-hari Minggu sebelumnya saya lebih suka istirahat di rumah (aslinya sih dipuas-puaskan tidur seharian) maka Minggu ini saya putuskan untuk mengikuti jalan sehat yang diadakan oleh kampus dan ESQ 165. Jalan sehat yang diadakan sehari setelah Hari Pahlawan di Surabaya ini mengambil start dan finish di Balai Kota Surabaya, atau yang lebih familiar dengan Taman Surya. Acara dibuka dengan senam ringan yang dipimpin oleh salah seorang MC dan Menteri BUMN Dahlan Iskan (!!). Bahkan beliau sempat meminta Gangnam Style yang sedang ngetren itu dalam gerak senamnya. Baru kemudian sambutan dari Rektor Universitas Narotama, Ibu Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti, ST atau yang akrab kami panggil Bunda Yayuk atau Ibu, kemudian sambutan dari Bapak Dr. Ary Ginanjar Agustian (founder ESQ 165) dan Bapak M. Nuh (Menteri Pendidikan). Bapak Dahlan Iskan sendiri tidak memberikan sambutan, hanya mengatakan, “Sambutan saya persis seperti Pak Nuh” sambil tertawa lebar. Yang terakhir sambutan dari Ibu Tri Rismaharini selaku walikota Surabaya yang mengutip Wakapolri bahwa Surabaya adalah kota kedua teraman untuk ditinggali di Indonesia. Kemudian ganti kadet-kadet TNI-AL membawakan Mars ESQ, disusul reog Ponorogo yang menggendong Bpk. Ary Ginanjar dan Bpk. Dahlan Iskan. Reog itu mengantarkan beliau berdua ke stage start untuk melambaikan chequered flag dan jalan sehat pun dimulai. Rutenya : Delta-Bambu Runcing-Embong Sawo-Grahadi-kembali ke Balai Kota. Selama berjalan hampir tidak ada kesulitan yang berarti, karena sudah ada polisi yang mengawal, setiap mau menyeberang selalu bersama-sama. Di sekitar Bambu Runcing inilah semua peserta menukarkan sobekan tiketnya sengan sebotol air mineral dan sekotak roti. Setelah dirasa cukup makan dan minum, sekalian mengistirahatkan kaki, peserta mulai melanjutkan jalan sehatnya. Di dekat Grahadi sempat ada kehebohan, ada seorang Bapak yang membawa anjingnya, jenis Goldy, yang dipasangi helm dan kacamata hitam. Hebatnya si anjing anteng-anteng saja didekati dan difoto banyak orang, saya sendiri sampai gemas dan ikut memotretnya. Begitu sampai di Balai Kota, undian dimulai. Doorprize nya lumayan banyak dan membuat peserta betah menunggui sampai hadiah terakhir diumumkan. Hadiahnya ada Blackberry, boom box,rice cooker, rice box, kompor gas, LCD TV, kulkas, sepeda lipat, mesin cuci dan 2 unit sepeda motor. Sayang..tak satupun nomor tiket saya yang “nyantol”, hahaa :-)) Tapi buat saya tidak masalah, karena yang penting ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, badan makin bugar dan jalan-jalan !! Juga menemukan hal baru seperti ternyata trotoar di samping Granada itu Minggu pagi selalu disikat dan dicuci oleh beberapa petugas kebersihan. Agar jalan sehat kita benar-benar membuat sehat, ini beberapa tips dari saya :
1. Pakailah sepatu olahraga yang nyaman dan empuk. Karena rute yang dilalui tak selalu mulus.
2. Kenakanlah sunglasses/kacamata hitam, bukan hanya untuk bergaya tapi untuk melindungi mata terutama karena Surabaya sudah cukup panas di pagi hari dan agar mata tidak terlalu lelah karena selalu menyipit saat silau.
3. Bila membawa putra/putri yang masih kecil/belum bisa berjalan sendiri,sebaiknya membawa kereta/stoddler. Selain demi kenyamanan mereka, kita sebagai orangtua juga tidak repot menggendongnya.
4. Selalu berjalan berombongan, agar mudah dan aman saat harus menyeberang.
Yang menarik lagi adalah beberapa pedagang kaki lima pun ikut beruntung karena ada beberapa peserta yang membeli kue atau minuman lagi, meski sudah mendapat jatah snack dari panitia. Saya sendiri merasa sudah cukup dengan snack tersebut, jadi saya sama sekali tidak tertarik membeli. Bahkan ada juga beberapa peserta yang berhenti di McDonald Basra, untuk membeli nasi dan minuman. Bahkan selama menunggu undian selesai pun banyak peserta yang jajan lagi di beberapa PKL yang memang disediakan oleh panitia. Apa pun, acara ini bertujuan untuk mengenang dan menapaktilasi perjuangan para pahlawan di peristiwa 10 Nopember 1945, dimana 5000 orang gugur dan hari ini kurang lebih 6000 orang berkumpul untuk mengenang jasa mereka (Dr. Ary Ginanjar Agustian). Di kota inilah Inggris kehilangan 2 jenderalnya. Dan disinilah merah-putih-biru disobek menjadi Merah-Putih. Merdeka !!