Plat nomor motor yang tak jelas juntrungnya


Bulan Februari lalu saya lalui dengan pontang panting karena banyaknya urusan. Mulai dari “kesibukan” tambahan dari pekerjaan saya, sampai masalah dengan STNK motor kesayangan saya, si Iteng. Yang paling bikin riweuh adalah pengurusan STNK. Karena saya terlalu mepet waktu mengurusnya. Semestinya sekitar 1 minggu sebelum tanggal yang tertera di STNK, tapi saya malah mendadak, pas pada hari H. Padahal ini waktunya ganti 5 tahunan. Apalagi, si Iteng ini saya ambil baru sekitar 1 tahunan. Itu pun di dealer motor second dekat rumah. Masih menyicil pula. Jadi yang pegang BPKB-nya yaa pihak finance. Alhamdulillah saya dapat Al-Ijarah. Katanya sih anak bisnis Bank Muamalat, Insya Allah pakai sistem syariah. Kembali ke STNK. Karena mentok tidak tahu harus bagaimana, saya batal mengurus sendiri. Saya telepon Al-Ijarah. Dan dijanjikan akan ada orang yang mengurus. Ternyata benar. Tapi saya agak kecewa. Biayanya membengkak !! Sudah begitu plat nomornya belum jadi !! Hingga saat ini, sudah sebulan lebih saya menunggu, belum jadi juga. Akhirnya saya tidak tahan untuk menanyakan ke Al-Ijarah tentang duduknya perkara. Oooo…ternyata akar masalahnya karena pihak Samsat Manyar kehabisan stok plat !! Aneh kan?? Masa Dinas sebesar itu bisa kehabisan stok?? Sebagai perbandingan, teknisi service di toko tempat saya bekerja saja bisa merencanakan spare part apa saja yang harus dibeli sebelum menyatakan bahwa spare part habis karena kalau asbun, malah semakin dimarahi bahkan dianggap tidak mampu. Akhirnya saya hanya bisa menunggu kejelasan dari plat nomor saya yang amat tidak jelas juntrungnya…semoga tulisan saya ini dibaca oleh orang/pejabat Samsat, sehingga bisa mempercepat pengadaan plat nomornya,