ATM


Hari ini ada peristiwa yang nyaris buat jantung saya copot. Kartu Debit Mandiri saya tidak ada di dompet waktu saya mau ambil uang di ATM di SPBU Klampis. Batal deh ambil uang, untungnya masih ada dua puluhan ribu untuk beli bensin. Selesai isi bensin, saya memutar otak untuk mengingat kapan terakhir saya keluarkan kartu ATM itu. Seingat saya, tadi sebelum berangkat ke kampus saya memang ambil uang di ATM yang ada di Plasa Marina. Uangnya ada, tapi kok kartunya tidak, berarti masih di mesin. Kemungkinan ketinggalan sangat besar karena saya tadi terburu-buru. Mata kuliah jam pertama salah satu matkul favorit saya semester ini, Interpersonal Skill. Dengan setengah deg-degan saya memacu si Iteng kembali ke Plasa Marina. Setelah parkir, yang asal-asalan di tempat parkir kurir barang, saya langsung bertanya kepada bapak-bapak satpam yang ada di situ tentang kemungkinan kartu ATM saya ditemukan orang. Dengan sedikit tak acuh (sebel deh) tapi tetap memberi petunjuk agar saya menanyakan ke satpam yang berjaga di belakang, di daerah sekitar Drive-Thru McD. Setengah berlari saya ke tempat yang ditunjuk. Disana ada 2 bapak satpam yang sedang mengobrol. Langsung saja saya tanyakan apakah ada orang yang menyerahkan kartu ATM Mandiri, yang langsung dijawab dengan balik tanya, apakah ada namanya?? Saya jawab tidak karena memang tidak ada, saya juga lupa nomor kartunya, tapi ada tanda tangan saya. Eh, dengan santai salah satu dari mereka mengeluarkan kartu dari sakunya, yang langsung saya kenali sebagai milik saya. Dengan antusias saya bilang ya itu kartu saya, sambil menunjukkan KTP untuk membuktikan tanda tangan yang ada di kartu debit itu sama dengan yang ada di KTP. Dengan ramah, mereka malah menyuruh saya untuk mengecek apakah uang saya masih utuh. Alhamdulillah setelah saya cek, ternyata benar-benar masih utuh. Jumlahnya memang tidak besar. Tapi yang bikin saya panik justru karena besok atasan saya akan mentransfer sejumlah uang untuk dibayarkan SPT Pajaknya. Yang jumlahnya 2x lipat uang saya. Sungguh sangat beresiko. Dan saya gak akan sanggup menggantinya kalau kartu itu jadi hilang. Alhamdulillah Allah masih melindungi saya. Dan kartu saya 😀
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya kehilangan kartu debit. Seingat saya malah sudah 2 kali. Mungkin CS di Bank Mandiri Cabang Unair sudah hafal dengan saya yang bolak-balik ganti kartu. Yang jelas saya pun sudah hafal dengan prosedur menggantinya. Yang pertama dilakukan adalah pergi ke SPK Kepolisian yang ada di wilayah tempat hilangnya kartu untuk meminta dibuatkan surat kehilangan. Gratis. Tapi bisa juga di wilayah sekitar bank penerbit. Biasanya lebih mudah yang kedua. Setelah mendapat surat kehilangan, ya pergi ke CS di bank penerbit kartu. Paling lama 10 menit, Anda sudah punya kartu Debit sekaligus ATM yang baru. Dan langsung aktif. Mudah kan?? Tapi ya gak sering-sering juga kaliiii..jadi, saran saya, juga nasehat ke diri sendiri : jangan pernah terburu-buru kalau sedang ambil uang dari ATM !!
By the way, sekali lagi terima kasih kepada bapak-bapak satpam dan terutama kepada orang yang menemukan ATM saya yang masih ada di mesin. Tanpa kejujuran Anda, mungkin kartu itu tidak akan kembali pada saya. Semoga kebaikan dan kejujuran Anda akan mendapatkan balasan berkali-kali lipat dari Yang Maha Kuasa 🙂