Gathering plus Touring, Why Not ??


GWK dreamland all crew of CST

Sekitar bulan Juni lalu, saya pergi ke Bali. Yup, kalo dengar kata “Bali” pasti yang terbayang adalah liburan, ya kan?? Ada benarnya sihh, karena memang saya libur, kerjaannya, haha :)) kuliah tetap masuk karena memang bukan liburan yang sebenarnya. Saya ke Bali dalam rangka mengikuti gathering bersama teman-teman sekerja saya, jadi kami semua ada berenam belas, termasuk bos kami. Jadi saya terpaksa ‘menitipkan’ presensi pada teman-teman kampus. Kenapa Bali yang dipilih sebagai destinasi gathering kami?? Karena, menurut Pak Bos, Bali merupakan tempat wisata yang lengkap. Mau ke pantai, bisa. Mau jalan-jalan aja, bisa. Belanja oleh-oleh, banyak !! Selain itu Bali juga tempat wisata yang lebih bersih. Dan memang, selama kami touring di sini, hampir tidak pernah saya lihat sampah berceceran. Beda sekali dengan Surabaya. Jadi agak bertanya-tanya kenapa Surabaya bisa dapat Adipura, padahal saya lihat dimana-mana masih ada sampah yang menumpuk. Belum lagi seringkali saya memergoki mobil yang sedang berjalan di jalanan Surabaya mengeluarkan sampah begitu saja (tentu saja yang buang sampah sembarangan itu orang di dalam mobil, hehe). At least, teman-teman ternyata banyak yang belum pernah ke sana !! Saya sendiri sudah cukup sering ke Bali. Kan dulu saya tinggal di Banyuwangi. Yahh liburan bersama keluarga dulu. Sedangkan untuk acara gathering, ini yang kedua kalinya. Yang pertama, bersama PT. Askes. Itu pun hanya 2 hari 1 malam karena kami berhenti dulu di Banyuwangi untuk acara panggung disana. Di Bali pun hanya ke Sukowati, Kuta dan Tanah Lot, kemudian langsung kembali ke Surabaya. Semua pakai bus yang disediakan perusahaan. Nahh kali ini yang beda adalah dengan perusahaan yang beda (jelas) dan memakai jasa suatu tour and travel agent serta ada judulnya : Bali Touring Citra Sakti Technology Group. Sebelum kami berangkat, sudah dibagikan lembaran jadwal dan apa-apa yang boleh, harus dan tidak kami bawa. Karena judulnya ada touring-nya, maka kami akan dibawa ke beberapa tempat di Bali. Dalam acara ini, kami terbagi menjadi 2 kelompok. Pak bos dan istri serta beberapa supervisor naik pesawat, sedangkan lainnya naik travel ‘Bali Prima’ termasuk saya. Yang ramai tentu saja yang naik travel, sudah isinya teman-teman yang memang suka guyon juga karena sopirnya agak ‘aneh’. Di daerah Pasuruan tiba-tiba dia meminggirkan mobil. Oya, mobil yang dipakai adalah Elf 11 seats. Olala, ternyata dia menuju ke warung untuk ngopi dan makan, alasannya dia belum makan malam. Kami jadi ikut turun dan sebagian mencari toilet serta ikut makan. Saya sendiri cuma mengawasi teman-teman, karena saya sedang tidak ingin kencing dan juga masih cukup kenyang. Hanya kantuk saja yang menjadi-jadi. Maklum, kami berangkat pukul 22.30 !! Supaya bisa sampai di Bali kira-kira pukul 10.00. Padahal sekitar 2 jam kemudian kami bakal mampir di Rumah Makan Setia di Probolinggo !! Selesai makan tentu saja kami segera melanjutkan perjalanan. Selama perjalanan cukup lancar sampai di dekat Banyuwangi kami bertemu sebuah mobil Kijang Innova yang tadinya menyalip kami ternyata sudah melintang di tengah jalan karena menabrak pagar pembatas jembatan. Selepas itu kami berjalan lagi tapi anehnya, si sopir melambatkan jalannya. Salah seorang teman mengingatkan, kalo memang ngantuk sebaiknya berhenti dulu. Si sopir malah diam saja sambil terus melanjutkan perjalanan. Membuat kami semua terbangun dan makin was-was. Untungnya, tidak lama kemudian ada seorang pengendara sepeda motor yang menyapanya, mungkin dia teman si sopir. Orang itu menemani mobil travel kami sampai masuk Pelabuhan Ketapang. Ternyata dia calo tiket sekaligus teman si sopir. Kami semua berpandangan kemudian angkat bahu. Maklum. Setiba di Gilimanuk, lagi-lagi si sopir tidak terlalu cepat. Sampai akhirnya berhenti di sebuah depot di pinggir jalan, alasannya dia lapar. Tari, teman saya, sudah tidak bisa lagi menahan emosi. Dia terus menerus mengontrol si sopir. Lha ini sudah pukul 09.00 WITA !! Sementara kami harus sudah sampai di hotel pukul 10.00 WITA dan sekarang kami berada di tempat antah berantah !! Belum lagi ternyata si sopir seperti sengaja memutar-mutarkan kami.  Yahh, biar jarang ke Bali, saya kan biasanya sekali pergi ke suatu tempat pasti ingat jalan. Masa dari Gilimanuk ke Kuta saja butuh waktu sampai 4 jam !! Alhasil bos saya marah-marah (ya iyalah, kan beliau yang bayar semua paket tour-nya termasuk travel), karena kami sangat terlambat untuk satu acara tour yang akhirnya di-cancel yaitu ke Pasar Sukowati. Kami pun menggerutu karena tidak bisa mengambil istirahat yang cukup karena kami harus segera mandi dan ganti baju untuk mulai tour-nya. Kami hanya diberi waktu setengah jam untuk bersiap-siap. Oya, kami diinapkan di Hotel Atanaya, di sebelahnya persis ada Pusat Oleh-oleh Krisna. Kami semua diberi kamar twin, saya sekamar dengan Jeany. Langsung dibagikan semacam kartu, yang ternyata kunci kamar. Pint kamar dibuka dengan menyapukan kartu di depan sensor yang menempel di pintu. Lampu langsung menyala waktu kartu yang sama dimasukkan ke semacam soket yang menempel di dinding. Kesan pertama begitu masuk ke kamar itu nyaman sekali. Memang minimalis, tapi bersih, dingin dan cukup lengkap. Di meja dekat jendela di sudut kamar ada teko listrik, 2 buah cangkir beserta alasnya, kopi instan, teh celup dan gula. Sambil menunggu teman sekamar bergiliran mandi, saya sempatkan ngopi dulu, hehehe. Habis….saya mengantuk sebenarnya, karena sama sekali tidak nyenyak tidur selama naik travel tadi. Tertekuk-tekuk kaki ini rasanya. Mana mobil sering berguncang keras karena jalanan yang tidak rata dan si sopir bawanya ngebut terus. Kamar mandinya pun minimalis, shower dan toilet duduk. Lanjut ke acara tour, ke Sukowati batal, karena harga yang tidak banyak berbeda dengan di Krisna, belum lagi harus pandai tawar-menawarnya. Kami langsung dibawa oleh bus yang sudah disiapkan oleh agen tour menuju ke Warung Semar Bebek Crispy di daerah Ubud untuk makan siang. Bebek gorengnya benar-benar crispy dan hot !! Bukan hot yang pedas, tapi hot untuk panas sampai ke tulang-tulangnya !! Abejieeee (bener ya nulisnya, kata teman-teman itu bahasa Bali yang artinya kira-kira mantap, enak begitulah) Saya sampai harus meniup-niup dulu sebelum menyantapnya. Disajikan per piring dengan 4 jenis sambal bikin semua orang semangat untuk makan. Saling ledek pun terjadi karena ada salah satu teman yang bertubuh cukup subur (saya gak tega bilang gendut, karena sama besarnya dengan saya, hahaha…peace v(^__^) ), Joshua namanya yang memang suka sekali makan. Setelah makan, kami dibawa ke Garuda Wisnu Kencana, melihat mahakarya dari salah satu seniman besar Indonesia, Nyoman Nuarta. Sayang, baterai hp saya low batt, jadi gak bisa memotret banyak view bagus di sana. Tapi saya berhasil menemukan link-nya, jadi kalo temans masih penasaran, klik saja alamat ini http://gwk-culturalpark.com

Sedangkan untuk yang ingin tahu siapa Nyoman Nuarta bisa lihat di sini : http://www.nuarta.com . Setelah puas foto-foto disana, kami segera kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Dreamland. Menurut Pak Kadek, tour guide kami, pantai ini termasuk pantai yang baru ditemukan, jadi pemandangannya masih asli, belum  terkontaminasi tangan-tangan jahil dan berpasir putih !! Beda sekali dengan Pantai Kuta yang sudah padat dan harus selalu dibersihkan karena banyak sampah. Dan memang sunset disana indah sekali. Seharusnya kami kembali ke GWK untuk melihat sendratari yang dipentaskan disana, tetapi karena jalanan yang cukup macet akhirnya acara ini juga dibatalkan. Kami langsung dibawa untuk makan malam di Gekko Cafe, Jimbaran. Perjalanan kali ini melewati Universitas Udayana. Baru kali ini saya tahu kampus yang asri ini. Setiap fakultas terpisahkan oleh lahan yang luas dan teduh. Jalannya pun berkelok-kelok mengikuti alur bukit. Tak heran kalo mahasiswa di sini jarang bahkan gak pernah demo, itu menurut cerita Pak Kadek. Nahh, di Gekko Cafe ini baru pertama kali saya makan di tepi pantai ditemani deburan ombak dan kejutan dari kafe ini yaitu diluncurkan beberapa kembang api. Masing-masing memperoleh sepiring seafood yang terdiri dari ikan gurami bakar, 2 tusuk cumi bakar, 2 tusuk udang bakar, plencing kangkung dan 2 buah kerang bumbu merah bersama cangkangnya. Nasi diambil dari wakul/bakul yang diberikan ke setiap 4 orang. Minumnya degan segar langsung dari kelapanya. Mantaaapp !!! Tour hari pertama kelar, kami kembali ke hotel untuk istirahat. Tapi bu bos malah mengajak shopping dulu ke Krisna, karena besok pasti gak akan sempat. Yaaahh..pada ikut deh, karena kalo dipikir-pikir betul juga karena rencananya kami akan ke Nusa Penida besok. Saya tidak banyak berbelanja, hanya membeli 1 baju untuk Mami, 1 lagi untuk Kei, beberapa aksesoris juga untuk Kei.

Hari kedua di Bali, setelah sarapan di hotel, kali ini kami dijemput oleh mobil dari Quicksilver, menuju ke Tanjung Benoa, pelabuhan Quicksilver untuk naik kapal menuju ke Pulau Nusa Penida. Tidak banyak yang bisa diceritakan dari tempat ini, kecuali sabung ayam yang menarik dan pemandangan pantainya yang juga bagus. Kami diberi pilihan untuk snorkeling dan banana boat. Untuk snorkeling, saya terpaksa menyerah. Saya kan, gak bisa berenang !! Padahal saya sudah pengen banget melihat secara langsung ikan-ikan berenang dan terumbu karang yang indah di sana. Sayang, hari itu rupanya arusnya cukup kuat. Ditambah saya ternyata belum bisa mengatasi kepanikan di dalam air. Meski begitu akhirnya terhibur dengan dibawanya kami ke kapal submarine. Semacam kapal yang lambungnya dijadikan seperti ruangan dengan jendela-jendela besar, jadi wisatawan bisa melihat segaa macam tingkah ikan tanpa harus berbasah-basah menyelam. Tapi saya suka banana boat-nya. Seru !! Setelah puas bermain basah-basahan, kami bersama-sama makan siang di ponton. Lagi-lagi menu seafood mendominasi. Ya iyalaahh…di pantai gitu lohh…masa mau makan rujak. Selesai makan dan berganti pakaian kami bersiap-siap kembali ke Bali. Alamak, ternyata kapal sudah ramai, rombongan saya nyaris tidak kebagian tempat. Akhirnya kami terpaksa naik ke dek paling atas yang sangat terbuka. Itu jadi bumerang terhadap kami semua. Beberapa dari kami, termasuk saya mabuk laut !! Meski sudah pindah ke dek kedua tetap saja ada yang jackpot !! Ya, itu istilah dari para Bli yang menjadi guide di cruise ini untuk kami yang muntah-muntah karena mabuk laut. Saya sendiri, meski sudah ditahan-tahan, akhirnya dapat 2 jackpot, hehehe…saking desperate-nya, sampai nanya, “Bli, ini sampai kapan di laut, masih lama nyampainya??” yang dijawab sambil tersenyum manis sekali :p “Oh, gak lama kok Mbak, 10 menit lagi.” Buat saya, 10 menit itu rasanya 1 jam deh 😦 Dan akhirnya kami sampai ke daratan !! Hahaha :)) Kami langsung dibawa bus dari travel untuk kembali ke hotel, istirahat sampai pukul 17.30 WITA. Setelah itu kami kembali dibawa bus ke Beach Walk Kuta, dengan acara, bebas !! Ya, kali ini kami disuruh jalan sendiri. Mau jalan kemana aja terserah !! Yang penting kembali ke hotel pukul 22.00 WITA. Saya dan kelompok saya, memilih masuk ke mall dulu untuk cari makan. Setelah itu jalan-jalan di kawasan Beach Walk, berhenti sebentar di depan Hard Rock Cafe untuk berfoto ria, melewati toko-toko di sepanjang jalan itu dan sampai di Ground Zero bekas bom Bali, kami berhenti lagi untuk mengheningkan cipta sejenak, berdoa untuk para korban bom. Sempat ada perasaan ngeri sekaligus gak percaya hal seperti itu bisa terjadi, khususnya di Bali, yang sehari-hari dipenuhi oleh orang dari seluruh penjuru dunia. Ya, bukankah Bali memang menjadi destinasi wisata dunia??

Akhirnya kami memutuskan untuk pulang, sudah puas dan pegal kaki untuk berjalan lagi, hehehe…Sialnya, kami sempat salah jalan. Untung kami lihat ada 2 petugas polisi, kami berinisiatif menanyakan arah jalan ke hotel. Awalnya kami ingin jalan kaki saja, tapi oleh kedua polisi itu malah dicegah, dengan alasan sudah malam dan jarak tempuh yang lumayan jauh, belum lagi jalan yang akan kami lalui cukup gelap. Mereka sepertinya mengkhawatirkan kami, maklum 4 orang, cewek semua. Mereka kompak menyarankan naik taksi saja, tinggal menyeberang dan taksi banyak yang lewat. Yahh daripada kenapa-kenapa, kami turuti sajalah petunjuk mereka. Jadilah kami naik taksi. Dan tidak sampai 15 menit kami sudah sampai ke hotel dengan tarif Rp. 10.000 !! Heran kan?? Kami saja sampai kaget kok, apalagi sopir taksinya ramah dan gak neko-neko. Karena sudah capek, kami langsung kembali ke kamar masing-masing dan tidur !! Besok adalah hari terakhir tour kami di Bali.

And the last day is coming !! Oleh Pak dan Bu Bos, semalam sudah diingatkan untuk sekalian packing karena kami akan pulang tepat setelah kami ke Tanah Lot. Tidak ada yang spesial kecuali saya dapat momen yang pas memotret ombak yang membuncah di antara bebatuan disana karena menurut Pak Kadek memang sedang pasang tinggi (high tide) bahkan sampai ada beberapa papan peringatan agar pengunjung tidak turun ke pantai terlalu jauh. Maklum, Tanah Lot kan banyak batunya. Sudah puas foto-foto dan hari sudah semakin siang, kami dibawa lagi oleh bus ke Sanur. Disana ada danau yang luas sekali, sayang saya lupa apa namanya. Ehh ada padang rumputnya, yang kesenangan ya Pak Bos yang membawa kamera kesayangannya, mengatur-ngatur kami untuk melakukan berbagai pose, mulai pose kepala bertemu kepala melingkar sampai seperti selang-seling di pepohonan macam di film-film India. Makan siang di salah satu restoran yang terkenal disana, dengan hidangan prasmanan dan terkenal dengan pisang molennya yang legit manis, empuk dan hangat. Enak dicocol dengan mayonaise. Banyak pula pelanggannya yang turis bule, umumnya datang berkelompok atau sekeluarga. Setelah itu langsung meluncur ke Bandara Ngurah Rai. Di sinilah terjadi ‘insiden’ yang bikin saya panik, KTP saya hilang !! Saya sadar kalau KTP saya tidak ada setelah berjalan beberapa langkah dari tempat semula kami tiba dan selesai pembagian tiket dan KTP !! Alamaaakk, masa gak bisa pulang sihh??? Untung Bu Bos cukup perhatian, mengantarkan saya untuk melaporkan kehilangan ke petugas polisi di Bandara. Sayangnya tanggapannya kok dingin-dingin saja dan terkesan ogah-ogahan. Bu Bos lalu bertanya pada saya apa bawa surat/kartu identitas lain, saya jawab ada KTM. Menurut Bu Bos, itu saja cukup. Jadilah saya ‘dikawal’ Bu Bos untuk check-in dan boarding. Terima kasih ya Bu 🙂
So, selamat tinggal Bali !! Kami menaiki pesawat Air Asia. Saya sebenarnya cukup was-was karena ini pertama kalinya saya naik pesawat !! Hehe, ndeso ya. Yahh, banyak berdoa saja dalam hati, karena melihat wajah tenang dari Pak dan Bu Bos, jadi ikutan tenang. Mereka kan sudah biasa terbang kemana-mana. Pramugarinya cantik-cantik, membuat Joshua tidak tahan untuk tidak menggodanya. Kebetulan, kami berdua belas dapat hot seat, tempat duduk dekat pilot, kata Bu Bos kami beruntung sekali dapat itu karena biasanya kalau musim liburan, hot seat berharga 2x lipat dari kursi biasa. Take off berjalan mulus, meski terdengar mesin yang mendengung. Baru saja buka majalah buat dibaca-baca, sudah ada pemandangan Surabaya yang bersinar terang dengan lampu-lampu (lebay.com deh). Sampai Azis, salah satu teman berkomentar, “Wah Bos, kaya begini caranya kenapa kemarin gak pake pesawat aja berangkatnya, jadi gak telat nyampe Bali-nya” yang disambut dengan senyum manis Bu Bos. Surabaya, kami pulaang !!

Kami dijemput dengan 2 buah mobil, Proton (saya tidak tahu tipe apa, tapi mirip Kijang Innova) dan Kijang Innova, menuju rumah Pak dan Bu Bos, kan sepeda motor kami dititipkan disana. Nahh sodara-sodara, itulah sekelumit pengalaman gathering tempat kerja saya. Ada banyak tips yang terbit dalam pikiran saya, diantaranya :
1. Jangan lupa selalu bawa KTP di dompet, karena setiba di Pelabuhan Gilimanuk, kami nyaris tidak bisa masuk gara-gara salah satu anggota rombongan tidak bawa KTP !! Tapi seperti saya, dia bawa kartu pelajarnya.
2. Setelah mengeluarkan KTP, segera simpan di dompet atau tas dengan baik, supaya tidak hilang seperti saya.
3. Jangan makan seafood berlebihan kalau mau naik kapal. Bisa-bisa jackpot sampai lemas nanti.
4. Selalu gunakan sunblock biala Anda berjalan-jalan di kawasan pantai. Panasnya minta ampunn dan bikin keling (hitam gosong)
5. Tahan godaan untuk belanja. Beli barang seperlunya saja.
6. Selalu bawa minum sendiri. Beli disini cukup mahal.