Road to Jogja : Mission (Almost Im)Possible


Cukup lama saya mempertimbangkan posting ini. Karena ini menyangkut kredibilitas suatu perusahaan. Selain itu saya sebenarnya malas mempermasalahkan lagi. Juga sudah berusaha mengikhlaskannya. Namun, entah kenapa, justru makin lama saya makin gundah, galau. Makin kuat keinginan untuk share. Tujuannya bukan untuk membuka aib, tapi lebih ke membagikan pengalaman agar readers tidak mengalami hal yang sama dengan saya. 

Jadi begini awalnya, saya diamanahi oleh upline saya untuk mengurus tiket keberangkatan ke Jogja, untuk 4 orang. Karena saya pasti bersama Kei, ya itu menjadi tanggungan saya sendiri. Berhubung saya belum pernah mengurus tiket kereta sendiri, selama ini adik yang menguruskan, maka yang terpikir oleh saya adalah pesan ke teman saya yang kebetulan merintis usaha tour & travel. Dia teman saya kuliah di Narotama, sayangnya karena kesibukan masing-masing jadi jarang ketemu. Tapi saya masih menyimpan kontaknya dan PIN BBM nya. Singkat cerita saya pesan lah ke dia, 5 tiket kereta ke Jogja untuk tanggal 29 Mei. Pengiriman data passengers tidak ada kendala. Meski hanya lewat BBM. Masalah baru muncul saat saya diminta transfer uang ke rekening yang dia tulis di BBM. 

Celakanya, saya SALAH transfer ke rekening lain !!

Waktu saya kirim foto ini via BBM ke teman saya itulah dia bilang saya transfer ke rekening yang salah. Pada awalnya saya pikir tidak masalah, toh nama perusahaannya sama saja.PT Medussa Multi Business. Tapi teman saya ini dengan sabar menjelaskan bahwa rekening tsb bukan milik agen tours & travel yang saya pesani tiket. Jadi dia tidak bisa memproses karena bukan rekeningnya !! Barulah saya panas dingin. Betapa tidak, itu uang urunan dari teman-teman dan upline saya. Buru-buru saya cari pinjaman uang (dapat kasbon dari bos saya) untuk mentransfer ulang ke rekening yang seharusnya (yang 3 digit paling akhir 175).

Bisa dilihat, nama perusahaan yang sama, bank yang sama, meski nomor rekening berbeda. Bukankah seharusnya mudah penanganannya ?? Sayang, kenyataannya tidak demikian. Pihak agen yang ternyata teman dari teman saya itu menyatakan sudah berusaha melaporkan ke admin tapi itu tidak menjamin uang saya kembali. Karena pihak penerima transfer belum mengkonfirmasi bahwa telah menerima transfer tsb. Saya pun berusaha mencari jawaban ke bank Mandiri, bank asal saya. Jawabnya pun sama. Pihak bank tidak dapat menarik dana yang sudah ditransfer. Karena memerlukan konfirmasi dari rekening penerima. Yang saya sesalkan, meski saya sudah mengirim email ke pimpinan-pimpinan perusahaan tersebut, tidak ada tanggapan sama sekali. Saya sampai harus search website mereka dan komplain ke CS. Yang berbuah jawaban bahwa agen yang seharusnya mengajukan komplain dan setelah saya sebutkan identitas dan ID agen, dinyatakan TIDAK pernah ada komplain/pengajuan APA PUN dari agen tsb. Jadi komplain saya dianggap angin lalu saja oleh PT Medussa Multi Business ini.

Diatas adalah catatan saya email dan PIN BBM yang hingga kini tiada berbalas. Yaahh…mungkin uang sejumlah itu tidak seberapa dibanding omzet mereka. Saya sih hanya bisa mendoakan supaya perusahaan itu bisa jadi lebih baik ke depannya. 

Pada akhirnya saya gagal dapat tiket dari agen tsb. Saya pesan sendiri ke situs KAI. Dan hanya butuh waktu kurang dari setengah jam. Tiket tinggal dicetak mandiri di stasiun.

Pesan saya : berhati-hatilah dalam melakukan transfer dan cek lagi sebelum tekan tombol “Benar” karena bila sudah telanjur, kita sendiri yang rugi. Dan lebih baik memanfaatkan fasilitas yang sudah ada dari pemerintah ketimbang menyerahkan ke pihak ketiga. Mau untung malah buntung.

Pengalaman saya ini bagaikan mission (im)possible karena penuh ‘ketegangan’ dari awal hingga akhir. Dan butuh pengorbanan yaitu kehilangan uang. Jangan dilihat nilainya, tapi penyebabnya dan ketidak pedulian perusahaan ybs dalam menangani komplain. 

ATM


Hari ini ada peristiwa yang nyaris buat jantung saya copot. Kartu Debit Mandiri saya tidak ada di dompet waktu saya mau ambil uang di ATM di SPBU Klampis. Batal deh ambil uang, untungnya masih ada dua puluhan ribu untuk beli bensin. Selesai isi bensin, saya memutar otak untuk mengingat kapan terakhir saya keluarkan kartu ATM itu. Seingat saya, tadi sebelum berangkat ke kampus saya memang ambil uang di ATM yang ada di Plasa Marina. Uangnya ada, tapi kok kartunya tidak, berarti masih di mesin. Kemungkinan ketinggalan sangat besar karena saya tadi terburu-buru. Mata kuliah jam pertama salah satu matkul favorit saya semester ini, Interpersonal Skill. Dengan setengah deg-degan saya memacu si Iteng kembali ke Plasa Marina. Setelah parkir, yang asal-asalan di tempat parkir kurir barang, saya langsung bertanya kepada bapak-bapak satpam yang ada di situ tentang kemungkinan kartu ATM saya ditemukan orang. Dengan sedikit tak acuh (sebel deh) tapi tetap memberi petunjuk agar saya menanyakan ke satpam yang berjaga di belakang, di daerah sekitar Drive-Thru McD. Setengah berlari saya ke tempat yang ditunjuk. Disana ada 2 bapak satpam yang sedang mengobrol. Langsung saja saya tanyakan apakah ada orang yang menyerahkan kartu ATM Mandiri, yang langsung dijawab dengan balik tanya, apakah ada namanya?? Saya jawab tidak karena memang tidak ada, saya juga lupa nomor kartunya, tapi ada tanda tangan saya. Eh, dengan santai salah satu dari mereka mengeluarkan kartu dari sakunya, yang langsung saya kenali sebagai milik saya. Dengan antusias saya bilang ya itu kartu saya, sambil menunjukkan KTP untuk membuktikan tanda tangan yang ada di kartu debit itu sama dengan yang ada di KTP. Dengan ramah, mereka malah menyuruh saya untuk mengecek apakah uang saya masih utuh. Alhamdulillah setelah saya cek, ternyata benar-benar masih utuh. Jumlahnya memang tidak besar. Tapi yang bikin saya panik justru karena besok atasan saya akan mentransfer sejumlah uang untuk dibayarkan SPT Pajaknya. Yang jumlahnya 2x lipat uang saya. Sungguh sangat beresiko. Dan saya gak akan sanggup menggantinya kalau kartu itu jadi hilang. Alhamdulillah Allah masih melindungi saya. Dan kartu saya 😀
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya kehilangan kartu debit. Seingat saya malah sudah 2 kali. Mungkin CS di Bank Mandiri Cabang Unair sudah hafal dengan saya yang bolak-balik ganti kartu. Yang jelas saya pun sudah hafal dengan prosedur menggantinya. Yang pertama dilakukan adalah pergi ke SPK Kepolisian yang ada di wilayah tempat hilangnya kartu untuk meminta dibuatkan surat kehilangan. Gratis. Tapi bisa juga di wilayah sekitar bank penerbit. Biasanya lebih mudah yang kedua. Setelah mendapat surat kehilangan, ya pergi ke CS di bank penerbit kartu. Paling lama 10 menit, Anda sudah punya kartu Debit sekaligus ATM yang baru. Dan langsung aktif. Mudah kan?? Tapi ya gak sering-sering juga kaliiii..jadi, saran saya, juga nasehat ke diri sendiri : jangan pernah terburu-buru kalau sedang ambil uang dari ATM !!
By the way, sekali lagi terima kasih kepada bapak-bapak satpam dan terutama kepada orang yang menemukan ATM saya yang masih ada di mesin. Tanpa kejujuran Anda, mungkin kartu itu tidak akan kembali pada saya. Semoga kebaikan dan kejujuran Anda akan mendapatkan balasan berkali-kali lipat dari Yang Maha Kuasa 🙂